Menjemput Nostalgia di Kedai Kopi Surya Djaja: Sentuhan Pecinan Klasik di Jantung Kota Blitar

Blitar, serayunusantara.com — Tepat di sebelah barat Masjid Agung Kota Blitar, sebuah pintu kecil seolah menjadi lorong waktu menuju masa lalu.

Di tengah modernitas kedai kopi kekinian yang menjamur, Kedai Kopi Surya Djaja berdiri tenang dengan karakter yang kuat.

Tak ada sofa empuk atau pendingin ruangan, namun kedai sederhana bergaya pecinan (Chinese-style coffee shop) ini memiliki daya pikat yang sulit ditolak bagi siapa saja yang merindukan suasana otentik, Sabtu (14/02/2026).

Memasuki kedai ini, pengunjung langsung disambut oleh dekorasi khas yang minimalis namun sarat makna.

Ornamen merah, kaligrafi Cina di dinding, hingga kursi kayu tua menciptakan perpaduan budaya yang harmonis di tengah kawasan religi Masjid Agung.

Suaranya pun tak bising; hanya denting sendok yang beradu dengan cangkir porselen dan obrolan rendah para pelanggan yang tampak begitu menikmati setiap sesapan kopinya.

Puji Siswanto (31), seorang pelanggan setia yang terlihat asyik membaca koran di sudut meja kayu, mengaku Surya Djaja adalah tempat “pelarian” terbaiknya di tengah kota.

Baca Juga: Bahan Fast Food Kian Beragam, Kedai Kekinian di Kota Blitar Semakin Kreatif

“Rasakan perpaduan pahit dan manisnya kopi sambil melihat lalu-lalang orang di depan masjid, itu terapi paling ampuh buat nenangin pikiran,” tuturnya sembari tersenyum ramah.

Keunikan Surya Djaja terletak pada kesetiaannya mempertahankan cara seduh tradisional.

Aroma kopi yang pekat bercampur dengan wangi roti panggang yang khas, menciptakan identitas yang membedakannya dari coffee shop modern.

Kedai ini bukan sekadar tempat jualan kafein, melainkan ruang temu lintas generasi; tempat di mana cerita lama dan obrolan baru melebur dalam satu meja.

Matahari mulai condong ke barat, membiarkan cahayanya masuk menembus sela-sela pintu kedai yang terbuka lebar.

Kedai Kopi Surya Djaja tetap kokoh dengan kesederhanaannya, membuktikan bahwa di tengah arus tren yang cepat berubah, rasa yang jujur dan suasana yang bersahaja akan selalu memiliki tempat istimewa di hati warga Blitar. (Fis/Serayu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *