Menyoal Ketahanan Keluarga: PMII Blitar Desak Kemenag Evaluasi Total Efektivitas Bimbingan Perkawinan

Blitar, serayunusantara.com — Angka perceraian yang masih fluktuatif di Kabupaten Blitar memicu reaksi kritis dari Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Blitar. Dalam audiensi strategis di Kantor Kemenag Kabupaten Blitar, Senin (23/02/2026).

Para aktivis mahasiswa ini mendesak adanya evaluasi berbasis indikator yang jelas terhadap program Bimbingan Perkawinan (Binwin) yang selama ini dijalankan di tingkat KUA.

Rombongan yang dipimpin oleh Ketua PC PMII Blitar, M. Riski Fadila, dan Sekretaris Alex Cahyono, diterima langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Blitar, Farmadi, beserta jajarannya.

M. Riski Fadila menekankan bahwa sebagai organisasi yang membawa ruhiyah Islam Ahlussunnah wal Jama’ah, PMII memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal isu ketahanan keluarga sebagai fondasi umat.

“Melihat angka perceraian yang masih tinggi, kami mendorong adanya evaluasi berbasis indikator yang terukur terhadap bimbingan perkawinan. Harapannya, program ini benar-benar memberikan dampak pada ketahanan keluarga,” tegas Riski di hadapan jajaran pimpinan Kemenag.

Selain menyoal bimbingan pra-nikah, Riski juga mendorong Kemenag untuk lebih adaptif dalam menyebarkan pesan moderasi beragama melalui dakwah digital agar lebih relevan bagi Generasi Z.

Senada dengan hal itu, Sekretaris PC PMII Blitar, Alex Cahyono, menawarkan ruang sinergi yang lebih luas antara mahasiswa dan Kemenag.

Baca Juga: PC PMII Blitar Sambangi Pengadilan Negeri, Ingatkan Agar Prestasi Nasional Tak Abaikan Keadilan Substantif

“Kami berharap ada ruang kolaborasi, baik dalam kegiatan keagamaan, literasi digital, maupun program penguatan moderasi beragama yang bisa disinergikan,” imbuhnya.

Menanggapi tuntutan dan tawaran kolaborasi tersebut, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Blitar, Farmadi, memberikan apresiasi atas kepedulian mahasiswa. Terkait efektivitas bimbingan perkawinan, ia menjamin kualitas sumber daya manusia yang terlibat dalam program tersebut.

“Petugas yang memberikan bimbingan perkawinan sudah tersertifikasi dan memiliki kapasitas yang memadai. Namun tentu evaluasi dan penguatan program tetap menjadi perhatian kami,” jelas Farmadi.

Ia juga menambahkan bahwa Kemenag telah mulai masif melakukan penguatan karakter bagi anak muda melalui literasi digital dan berkomitmen untuk terus mengembangkannya demi menjawab tantangan zaman.

Pertemuan ini diakhiri dengan kesepahaman bahwa sinergi antara dunia aktivis mahasiswa dan lembaga pemerintah sangat krusial dalam membina kehidupan keagamaan di Kabupaten Blitar. (Fis/Serayu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed