Surabaya, serayunusantara.com – Momentum Idulfitri yang seharusnya menjadi simbol perdamaian dan kemenangan ternoda oleh insiden kericuhan di dua kota besar Indonesia, yakni Surabaya dan Makassar.
Ketegangan fisik antarjemaah meletus sesaat setelah ribuan umat muslim menyelesaikan ibadah Salat Id pada Sabtu (21/3/2026).
Di Surabaya, peristiwa memprihatinkan terjadi di kawasan Masjid Kemayoran Takmiriyah. Suasana khidmat yang menyelimuti area rumah ibadah tersebut mendadak berubah menjadi kegaduhan massal yang terekam dalam sejumlah video amatir warga.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kericuhan bermula dari adu mulut di area halaman masjid tak lama setelah rangkaian ibadah usai. Konflik verbal tersebut dengan cepat memanas dan berujung pada aksi baku hantam yang melibatkan sekelompok pemuda dengan sejumlah jemaah lainnya.
Baca Juga: Prabowo Salat Id di Aceh Tamiang, Sebut Warga Sudah Tinggalkan Tenda Pengungsian, Benarkah?
Hingga saat ini, pemicu utama dari bentrokan fisik tersebut masih dalam penyelidikan pihak terkait. Namun, insiden ini sempat menimbulkan kepanikan luar biasa di tengah kerumunan warga yang sedianya tengah bersiap untuk melakukan tradisi silaturahmi.
Gesekan antarumat ternyata tidak hanya melanda Jawa Timur. Di waktu yang hampir bersamaan, ketegangan serupa juga dilaporkan pecah di Lapangan Karebosi, Makassar, Sulawesi Selatan.
Berbeda dengan kasus di Surabaya, pemicu konflik di Makassar disinyalir berasal dari persoalan teknis di lapangan.
Kericuhan di Karebosi diduga kuat dipicu oleh kesalahpahaman antara jemaah dengan pihak panitia penyelenggara terkait pengaturan saf shalat. Situasi di lokasi sempat memanas hingga nyaris terjadi adu jotos sebelum akhirnya tokoh masyarakat dan aparat keamanan setempat turun tangan untuk meredam emosi kedua belah pihak.
Kejadian di dua lokasi ini sangat disayangkan oleh berbagai pihak, mengingat Idulfitri adalah momen sakral untuk saling memaafkan. Para tokoh agama mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh perselisihan kecil yang dapat merusak esensi hari raya.
Pihak keamanan di Surabaya maupun Makassar memastikan situasi telah terkendali sepenuhnya, namun mereka tetap melakukan pemantauan intensif guna mencegah adanya gesekan susulan di titik-titik keramaian lainnya selama masa libur Lebaran. (Ko/serayu)


















