Lumajang, serayunusantara.com – Pemerintah Kabupaten Lumajang memastikan terus memantau kondisi sembilan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal daerah tersebut yang saat ini bekerja di Arab Saudi. Langkah ini dilakukan di tengah dinamika geopolitik global yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Pemantauan dilakukan guna memastikan para pekerja migran tetap berada dalam kondisi aman serta memperoleh perlindungan sesuai dengan mekanisme yang berlaku.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Lumajang, Subhan, menyampaikan bahwa sembilan PMI tersebut terdiri dari delapan tenaga kesehatan dan satu orang yang bekerja di sektor restoran. Mereka diberangkatkan melalui perusahaan resmi pada periode 2024 hingga 2025.
Ia menjelaskan bahwa seluruh PMI yang tercatat oleh pemerintah daerah merupakan pekerja yang berangkat secara prosedural melalui jalur resmi. Dengan demikian, keberadaan mereka dapat dipantau melalui sistem perlindungan pekerja migran.
“Kesembilan PMI tersebut berangkat melalui perusahaan resmi. Sedangkan untuk yang berangkat secara tidak resmi, datanya tidak sepenuhnya dapat terpantau,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Sabtu (7/3/2026).
Baca Juga: Koperasi Merah Putih Lumajang Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Desa
Subhan menegaskan bahwa pemerintah daerah terus melakukan koordinasi dan memonitor perkembangan situasi di kawasan tersebut untuk memastikan para PMI tetap dapat menjalankan aktivitasnya dengan aman.
Menurutnya, jika terjadi kondisi tertentu yang memerlukan penanganan khusus, pemerintah pusat melalui perwakilan negara di luar negeri akan mengambil langkah perlindungan sesuai prosedur yang berlaku.
“Apabila situasi memerlukan tindakan khusus, pemerintah pusat melalui perwakilan negara di luar negeri dapat mengambil langkah perlindungan, termasuk kemungkinan pemulangan sesuai mekanisme perlindungan bagi PMI,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga mengimbau para PMI asal Lumajang yang saat ini berada di Arab Saudi agar tetap menjaga keselamatan serta menjalin komunikasi dengan perwakilan pemerintah Indonesia apabila membutuhkan bantuan.
Melalui pemantauan berkelanjutan serta koordinasi dengan pemerintah pusat, Pemkab Lumajang berharap seluruh PMI asal daerah tersebut tetap dapat bekerja dengan aman dan memperoleh perlindungan yang memadai selama berada di luar negeri.






















