Nganjuk, serayunusantara.com – Kegiatan buka puasa bersama antara Bupati dan Wakil Bupati Nganjuk dengan masyarakat berlangsung meriah pada Minggu (8/3/2026). Sejak sore hari, ribuan warga mulai berdatangan dan memadati kawasan depan Alun-Alun Nganjuk hingga halaman Pendopo Pemerintah Kabupaten Nganjuk.
Acara yang digelar dengan konsep terbuka untuk masyarakat ini menyediakan lebih dari 8.000 porsi hidangan berbuka puasa gratis. Antusiasme terlihat dari berbagai kalangan yang hadir, mulai dari orang tua, pemuda hingga anak-anak yang menunggu waktu berbuka bersama.
Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi bersama Wakil Bupati Handy serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) tampak duduk bersama masyarakat menikmati hidangan berbuka puasa.
Dalam sambutannya, Marhaen menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi momen untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dengan masyarakat. Selain itu, acara tersebut juga menjadi ungkapan rasa syukur atas genap satu tahun masa kepemimpinannya pada 20 Februari 2026.
Ia juga menegaskan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) agar terus bekerja aktif mendata jalan rusak di wilayah Nganjuk sehingga dapat segera dilakukan perbaikan.
Baca Juga: Gerakan Tanam Kedelai di Desa Ngudikan, Bupati Nganjuk Perkuat Upaya Swasembada Pangan
Marhaen turut mengapresiasi dukungan dari seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Nganjuk yang telah berkolaborasi dengan pemerintah daerah sehingga kegiatan buka puasa bersama dapat berjalan dengan lancar.
Dalam kesempatan tersebut, masyarakat tidak hanya berbuka puasa bersama, tetapi juga dapat memanfaatkan berbagai layanan gratis yang disediakan, seperti pencetakan KTP, Kartu Keluarga (KK), serta pemeriksaan kesehatan bagi warga yang hadir.
Kegiatan juga dirangkai dengan pemberian santunan kepada anak yatim. Acara kemudian ditutup dengan tausiyah keagamaan yang mengajak masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan, mempererat silaturahmi, serta meningkatkan kepedulian sosial selama bulan Ramadan.
Melalui tausiyah tersebut diharapkan masyarakat semakin termotivasi dalam menjalankan ibadah di bulan suci sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.


















