Blitar, serayunusantara.com — Komitmen menjaga kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Blitar kembali dibuktikan melalui pengamanan ketat rangkaian Hari Raya Nyepi.
Pada Rabu (18/03/2026), Polres Blitar menerjunkan personel gabungan berskala besar untuk mengawal jalannya pawai ogoh-ogoh di wilayah Kecamatan Wlingi guna memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi umat Hindu yang sedang beribadah.
Pawai ogoh-ogoh, yang secara filosofis merupakan simbol penyucian diri dari unsur-unsur negatif (Bhutakala) sebelum memasuki masa hening Nyepi, menjadi daya tarik sekaligus momen sakral yang membutuhkan atensi keamanan tinggi.
Mengantisipasi kerumunan massa dan potensi gangguan ketertiban, aparat kepolisian tidak bekerja sendiri.
Di lapangan, terlihat pemandangan harmonis di mana personel TNI-Polri bersanding bahu dengan berbagai elemen masyarakat sipil. Kekuatan pengamanan ini melibatkan BPBD, RAPI, Senkom, hingga Banser.
Tak hanya itu, keterlibatan aktif pemuda gereja, Pecalang, dan Linmas menunjukkan kuatnya akar toleransi di wilayah Wlingi. Setiap unsur mengambil peran masing-masing, mulai dari pengaturan arus lalu lintas hingga penjagaan titik-titik kumpul massa di sepanjang rute pawai.
Baca Juga: Satlantas Polres Blitar Kota Tingkatkan Pelayanan di Samsat Lewat Program “Polantas Menyapa”
Kapolres Blitar AKBP Rivanda, melalui Kabag Ops Kompol Siswanto, menegaskan bahwa pengerahan personel ini adalah bentuk pelayanan negara dalam menjamin kebebasan beribadah bagi setiap warga negara tanpa terkecuali.
“Kami berkomitmen memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan kepada umat Hindu yang sedang menjalankan rangkaian ibadah Hari Raya Nyepi, termasuk kegiatan pawai ogoh-ogoh ini. Fokus kami adalah memastikan seluruh tahapan acara berjalan dengan aman, tertib, dan lancar hingga tuntas,” tegas Kompol Siswanto dalam keterangannya di lokasi kegiatan.
Penerapan prinsip egaliter dalam pengamanan ini terlihat dari koordinasi yang cair antar-organisasi.
Banser dan pemuda gereja, misalnya, turut membantu Pecalang dalam memastikan jalur yang dilalui ogoh-ogoh bersih dari hambatan, sehingga umat Hindu dapat melaksanakan ritual dengan khusyuk.
Sinergi yang apik dari berbagai elemen ini diharapkan menjadi standar tetap dalam setiap perayaan hari besar keagamaan di Kabupaten Blitar.
Dengan terciptanya suasana yang kondusif, perayaan Nyepi tahun ini diharapkan mampu membawa kedamaian dan menjadi cermin bagi daerah lain tentang indahnya keberagaman yang terawat dengan baik di Bumi Penataran. (Fis/Serayu)























