Blitar, serayunusantara.com — Aula Kampus “YP” UNU Blitar mendadak berubah menjadi kawah candradimuka bagi para kreator muda.
Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Bhanu Tirta sukses menghelat Kelas Videografi yang membawa standar industri perfilman ke dalam kampus.
Kehadiran Panji Prawira, sineas lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, menjadi magnet utama bagi para anggota yang antusias membedah estetika visual dan teknik bercerita lewat lensa, Minggu (15/02/2026).
Kelas ini tak sekadar membahas tombol kamera, melainkan menanamkan filosofi mendalam bahwa setiap frame memiliki nyawa.
Mentor alumnus ISI Jogja tersebut membuka cakrawala baru bagi mahasiswa UNU Blitar bahwa konten digital yang berkualitas lahir dari konsep yang matang, bukan sekadar mengikuti arus tren sesaat.
Baca Juga: Magnet Baru di Titik Nol: Wajah Segar Jantung Kota Blitar yang Tak Pernah Tidur
Puji (24), salah satu peserta yang juga merupakan kru kreatif LPM Bhanu Tirta, mengaku bahwa materi ini mengubah total cara pandangnya terhadap produksi video.
Ia merasa mendapatkan “kunci” rahasia untuk meningkatkan kualitas karya jurnalistik kampus mereka.
“Jujur, selama ini kami hanya fokus pada hasil yang penting jadi. Tapi setelah dibimbing langsung oleh Mas Panji, saya baru sadar bahwa setiap sudut pengambilan gambar itu ada fungsinya,” ungkap Puji dengan penuh semangat.
Inisiatif LPM Bhanu Tirta dalam mendatangkan praktisi profesional ini merupakan bagian dari upaya regenerasi jurnalis kampus yang visioner.
Dengan bekal teknis dan filosofis yang didapat, para mahasiswa kini lebih siap memproduksi konten yang tidak hanya informatif, tetapi juga memiliki sentuhan sinematik yang mampu bersaing di kancah nasional. (Fis/Serayu)

























