Tuban, serayunusantara.com – Pembangunan Saluran Pembuang di Desa Sumurgung, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban telah selesai dilaksanakan. Infrastruktur yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Tuban ini bertujuan untuk mengurangi risiko banjir sekaligus menunjang kebutuhan pengairan lahan pertanian masyarakat setempat.
Proyek yang termasuk dalam program pembangunan strategis daerah tahun 2025 tersebut diharapkan mampu mengatur aliran air dari wilayah hulu serta memperkuat pengelolaan sumber daya air di kawasan sekitar.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPRPRKP Kabupaten Tuban, Sayang Mulyahadi Rimbawan, menyampaikan bahwa pembangunan saluran tersebut menelan anggaran sekitar Rp9,55 miliar. Pekerjaan fisik dilaksanakan secara kontraktual mulai 20 Agustus 2025 dan telah rampung pada 10 Desember 2025.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan dilakukan sesuai perencanaan teknis dengan memadukan dua jenis konstruksi, yakni bronjong dan precast U-ditch yang dilengkapi penutup. Bronjong digunakan untuk pembangunan cekdam di dua lokasi, yaitu Avour Sumurgung dan Kali Centong, sementara konstruksi U-ditch diterapkan di wilayah Dusun Lebak.
Dalam pelaksanaannya, sempat dilakukan satu kali penyesuaian desain. Penyesuaian tersebut dilakukan karena kondisi tebing kanan di Afvoer Sumurgung dinilai rawan longsor sehingga perlu perubahan teknis agar konstruksi tetap aman dan berfungsi optimal.
Baca Juga: Bansos untuk Warga Rentan Terus Disalurkan, Pemkab Tuban Pastikan Tepat Sasaran
Menurutnya, pembangunan checkdam dan saluran pembuang ini bertujuan memperlambat aliran air dari wilayah hulu, terutama dari kawasan Kedungdowo. Dengan adanya bangunan pengendali tersebut, debit air yang menuju ke wilayah hilir dapat ditekan sehingga potensi banjir di kawasan sekitar dapat diminimalkan.
Sayang menambahkan masyarakat menyambut baik pembangunan saluran tersebut dan berharap keberadaannya dapat membantu mengurangi banjir beserta dampak yang ditimbulkan.
Selain berfungsi sebagai pengendali aliran air saat musim hujan, saluran pembuang ini juga memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung pengairan lahan pertanian dan perkebunan di sekitarnya. Aliran air yang lebih teratur diharapkan dapat dimanfaatkan petani untuk memenuhi kebutuhan irigasi.
Ia juga menyebutkan bahwa hingga saat ini masih terdapat genangan di beberapa titik saat curah hujan tinggi. Namun, kondisi tersebut tidak meluas seperti pada tahun-tahun sebelumnya sehingga menunjukkan bahwa keberadaan saluran pembuang mulai memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Melalui pembangunan infrastruktur pengendalian air ini, Pemerintah Kabupaten Tuban berharap manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan, baik untuk mengurangi risiko banjir maupun mendukung produktivitas sektor pertanian sebagai salah satu penggerak perekonomian daerah.






















