Malang, serayunusantara.com – Pemerintah Kota Malang merespons temuan dugaan belatung pada salah satu menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan di wilayah Lowokwaru.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyatakan bahwa kasus tersebut telah ditangani oleh Satuan Tugas (Satgas) MBG yang diketuai Sekretaris Daerah. Menurutnya, pihak penyedia telah menyampaikan permohonan maaf dan menarik menu yang dipermasalahkan.
“Dari laporan yang saya terima, pihak terkait sudah meminta maaf dan menarik produknya,” ujar Wahyu.
Ia menambahkan, Satgas MBG akan memanggil kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Apabila ditemukan pelanggaran terhadap standar operasional prosedur (SOP), pemerintah akan memberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
“Jika dalam pemeriksaan ditemukan ketidaksesuaian dengan SOP, tentu akan ada sanksi yang diberikan,” tegasnya.
Wahyu menjelaskan, pengawasan terhadap pelaksanaan program selama ini dilakukan melalui koordinasi antara Satgas MBG, Dinas Kesehatan, dan Dinas Ketahanan Pangan. Setiap persoalan yang muncul dibahas bersama untuk menentukan langkah tindak lanjut.
Baca Juga: Bupati Malang Dampingi Menteri KKP Tinjau Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Pujiharjo
Ia juga menyampaikan bahwa laporan terkait kejadian ini akan diteruskan kepada Badan Gizi Nasional untuk proses lebih lanjut.
Sebelumnya, sejumlah siswa di beberapa sekolah melaporkan adanya dugaan belatung pada menu puding stroberi yang dibagikan pada Selasa (3/3/2026). Menu tersebut merupakan bagian dari 2.319 paket makanan yang didistribusikan ke 12 sekolah oleh SPPG Tulusrejo 2.
Kepala SPPG Tulusrejo 2, Julfa Hannan, mengakui adanya kelalaian dalam pengawasan bahan baku. Ia menyatakan kesiapan untuk bertanggung jawab dan melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang.
“Ini menjadi bahan evaluasi bagi kami agar ke depan lebih teliti dalam pengawasan,” ujarnya.
Pihak SPPG juga mengimbau agar menu puding yang telah dibagikan tidak dikonsumsi dan berjanji akan mengganti menu tersebut pada distribusi berikutnya.
Sejumlah orang tua siswa menyampaikan kekecewaan atas kejadian ini dan berharap dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program agar keamanan dan kelayakan makanan bagi siswa tetap terjamin. (Dani/serayu)























