Tradisi Kebersamaan Warga Pesisir Masih Terjaga Saat Musim Ikan di Pantai

Warga bahu membahu mengangkat perahu kecil yang membawa hasil tangkapan ikan laut. (Foto: Puguh Didik Supriyanto/serayunusantara.com)

Tulungagung, serayunusantara.com – Tradisi gotong royong masih kuat melekat pada kehidupan masyarakat pesisir di Pantai Sine, Kabupaten Tulungagung. Semangat kebersamaan itu terlihat jelas ketika musim ikan laut tiba, saat aktivitas nelayan dan warga sekitar meningkat pada 22 Februari 2026.

Memasuki musim ikan, perahu-perahu nelayan mulai lebih sering berlabuh membawa hasil tangkapan laut yang melimpah. Warga yang tinggal di sekitar pantai tanpa diminta langsung membantu proses penurunan ikan dari perahu, menarik kapal ke daratan, hingga membantu memilah ikan berdasarkan ukuran dan jenisnya.

Bapak Wawan, salah satu warga setempat, mengatakan tradisi saling membantu sudah berlangsung sejak lama dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pesisir. Menurutnya, ketika musim ikan datang, warga sudah memahami peran masing-masing sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan cepat.

“Kalau hasil tangkapan banyak, semua ikut membantu. Tidak ada yang merasa terbebani karena ini sudah menjadi kebiasaan,” ujar Bapak Wawan.

Baca Juga: Jalur Maut Pantai Prigi Tulungagung Kembali Telan Korban, Avanza dan Truk Mitsubishi Adu Banteng

Ibu Waras, warga lain di kawasan pantai, menambahkan bahwa gotong royong membantu nelayan menghemat waktu dan tenaga. Ia menjelaskan, ikan hasil tangkapan bisa segera dibersihkan dan dijual ke pasar atau pengepul sehingga menjaga kesegaran ikan.

“Kebersamaan ini penting, apalagi nelayan harus segera memasarkan ikan agar tidak cepat rusak,” kata Ibu Waras.

Aktivitas gotong royong biasanya berlangsung pada pagi hingga sore hari, mengikuti waktu kedatangan nelayan dari laut. Selain nelayan dan keluarga mereka, sejumlah warga sekitar juga ikut membantu tanpa mendapatkan imbalan khusus.

Tradisi ini tidak hanya mempermudah pekerjaan, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga pesisir. Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup, masyarakat di pesisir Pantai Sine tetap mempertahankan nilai kebersamaan sebagai identitas budaya lokal.

Semangat gotong royong tersebut diharapkan terus bertahan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat pesisir dan menjadi kekuatan sosial dalam menghadapi berbagai kondisi, termasuk saat musim tangkapan ikan meningkat maupun menurun.(Guh/Ha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *