Blitar, serayunusantara.com — Mengawali kalender tahun 2026, Bupati Blitar menunjukkan komitmennya dalam melestarikan kearifan lokal dengan menghadiri acara tasyakuran adat “Kirim Dawuhan”.
Kegiatan yang sarat akan nilai budaya ini digelar oleh masyarakat Dusun Tegalrejo, Desa Ampelgading, Kecamatan Selorejo, sebagai bentuk rasa syukur atas melimpahnya sumber daya air yang menghidupi lahan pertanian warga, Kamis (01/01/2026).
Ritual Kirim Dawuhan merupakan tradisi turun-temurun yang dilakukan untuk memohon keselamatan serta kelancaran aliran air irigasi.
Dalam suasana libur tahun baru yang khidmat, kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Blitar ini disambut hangat oleh tokoh masyarakat dan para petani setempat yang berkumpul di area sumber air desa.
Dalam sambutannya, Bupati Blitar Rijanto menekankan bahwa tradisi seperti ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol kebersamaan dan penghormatan terhadap alam.
Ia menjelaskan, tradisi Kirim Dawuhan ini adalah bukti kemanunggalan manusia dengan alam. Pihaknya sangat mengapresiasi kerukunan warga Ampelgading yang tetap menjaga tradisi ini.
“Air adalah urat nadi pertanian kita, maka tasyakuran ini juga menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menjaga kelestarian lingkungan demi anak cucu,” tutur Rijanto di sela-sela acara.
Katiman (55), salah satu sesepuh desa sekaligus pengelola irigasi (Jogotirto), mengungkapkan rasa bangganya atas kehadiran Bupati di dusun mereka.
Menurutnya, tradisi ini sudah ada sejak zaman nenek moyang. Pihaknya mengadakan Kirim Dawuhan supaya aliran air lancar dan hasil panen melimpah.
“Kehadiran Bupati hari ini tentu menjadi suntikan semangat bagi para petani di sini untuk terus kompak mengelola sawah dan menjaga sumber air desa,” ungkap Katiman penuh syukur.
Acara tasyakuran tersebut diakhiri dengan doa bersama dan makan kembul (makan bersama) sebagai wujud gotong royong warga.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat desa semakin kuat, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan berbasis kearifan lokal. (Fis/Serayu)












