Blitar, serayunusantara.com – Rona bahagia terpancar dari wajah para pejuang jalanan di halaman Kantor Wali Kota Blitar, Jumat (6/3/2026).
Di tengah rintik hujan yang mengguyur kota, sebanyak 200 pengayuh becak lansia resmi memulai babak baru dalam mencari nafkah setelah menerima hibah becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto.
Bantuan yang diserahkan langsung oleh Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin dan Wakil Wali Kota, Elim Tyu Samba ini bukan sekadar alat transportasi baru. Kehadiran Mayjen TNI (Purn.) Firman Dahlan, Ana Setiawati, dan Dimas Ramdana dari Yayasan GSN menegaskan bahwa bantuan ini adalah solusi konkret bagi kesehatan fisik para lansia.
Dengan teknologi motor listrik 1.000 Watt produksi PT Pindad, para penarik becak kini tidak perlu lagi memaksakan fisik mereka untuk mengayuh beban berat. Fitur pedal-assist memungkinkan becak bergerak dengan tenaga baterai, yang secara signifikan mengurangi risiko kelelahan ekstrem bagi pengemudi yang rata-rata sudah berusia di atas 60 tahun.
Baca Juga: 200 Unit Becak Listrik Prabowo Mengaspal di Blitar, Simbol Modernisasi Ekonomi Rakyat
Menanggapi bantuan tersebut, Wali Kota Syauqul Muhibbin menegaskan bahwa Pemerintah Kota Blitar tidak akan tinggal diam. Dalam sambutannya, ia berkomitmen untuk membangun infrastruktur pendukung guna memastikan kelancaran operasional becak listrik ini di masa depan.
“Pemerintah Kota Blitar akan memberikan dukungan penuh dengan membangun beberapa stasiun pengisian daya (charging station) di setiap titik strategis dan pangkalan becak. Hal ini bertujuan agar para bapak-bapak tidak kesulitan saat daya baterainya mulai habis ketika sedang bekerja,” tegas Syauqul Muhibbin.
Baca Juga: 200 Unit Becak Listrik Prabowo Mengaspal di Blitar, Simbol Modernisasi Ekonomi Rakyat
Selain faktor kesehatan, becak listrik ini menjadi angin segar bagi ekonomi keluarga para penerima. Operasional becak ini jauh lebih efisien karena hanya mengandalkan daya listrik dengan biaya pengisian yang sangat murah. Dana pengadaannya pun ditegaskan berasal dari dana pribadi Prabowo Subianto, sehingga tidak membebani kas negara.
Bagi para lansia ini, becak listrik dari Pak Prabowo bukan sekadar kendaraan, melainkan bentuk nyata bahwa keringat dan kerja keras mereka di jalanan masih dihargai dan diperhatikan. (san/ha)
























