Blitar, serayunusantara.com — Menyusul insiden hujan deras disertai angin kencang yang menerjang wilayah Srengat dan sekitarnya pada awal tahun baru kemarin, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) merilis panduan keselamatan bagi para pengguna jalan.
Pasalnya, banyak pengendara yang seringkali mengambil keputusan berisiko saat terjebak cuaca ekstrem, seperti berteduh di bawah pohon atau papan reklame yang rawan roboh.
Guna meminimalisir risiko kecelakaan maupun korban jiwa akibat tertimpa material yang terbang atau roboh, berikut adalah langkah-langkah darurat yang wajib dilakukan masyarakat saat terjebak hujan angin di perjalanan:
Segera Cari Bangunan Permanen: Jangan berteduh di bawah pohon besar, tiang listrik, atau papan reklame. Cari bangunan kokoh seperti ruko, SPBU, atau gedung yang memiliki atap permanen.
Hindari Berteduh di Bawah Flyover atau Jembatan: Berteduh di bawah jembatan seringkali menyebabkan kemacetan yang membahayakan pengendara lain dan meningkatkan risiko kecelakaan beruntun akibat jarak pandang yang rendah.
Matikan Mesin dan Perangkat Elektronik: Jika berteduh di area terbuka dengan kendaraan, sebaiknya matikan mesin dan hindari penggunaan ponsel secara aktif guna mengurangi risiko tersambar petir.
Pantau Kondisi Air di Jalan: Jangan memaksakan menerjang genangan air yang tingginya tidak diketahui, karena arus angin kencang dapat membuat keseimbangan kendaraan bermotor terganggu secara mendadak.
Gunakan Lampu Utama, Bukan Hazard: Saat berkendara di tengah hujan, gunakan lampu utama untuk membantu jarak pandang. Lampu hazard hanya digunakan saat kendaraan dalam posisi berhenti darurat.
Sutrisno (45), seorang relawan keselamatan jalan di wilayah Blitar Barat, menekankan bahwa “menepi lebih awal” adalah pilihan paling bijak.
Menurutnya, kebanyakan korban luka itu karena kejatuhan dahan pohon saat masih memaksakan motoran di tengah angin kencang.
“Kalau langit sudah gelap dan angin mulai kencang, lebih baik berhenti di tempat aman meskipun hujan belum turun deras,” ungkapnya saat ditemui di pos pantau jalan, Kamis (01/01/2026).
Pihak berwenang juga mengingatkan agar warga yang memiliki pohon besar di depan rumah segera melakukan perampingan dahan (topping) secara mandiri sebelum tertiup angin kencang.
Kesiapsiagaan individu menjadi kunci utama dalam menghadapi dinamika cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan terjadi sepanjang bulan Januari ini. (Fis/Serayu)












