Blitar, serayunusantara.com — Citra biliar sebagai permainan malam yang identik dengan kepulan asap rokok perlahan mulai bergeser di Kota Blitar. Sejak awal tahun 2026, olahraga bola sodok ini justru menjadi tren gaya hidup baru yang digandrungi kaum milenial dan Gen Z.
Berbagai rumah biliar di pusat kota kini bertransformasi menjadi ruang olahraga yang lebih modern, bersih, dan inklusif bagi semua kalangan, Jumat (06/03/2026).
Pantauan di beberapa titik populer seperti di kawasan Jalan Merdeka dan Jalan Sukarno, meja-meja biliar hampir selalu penuh oleh anak muda sejak sore hari.
Banyak dari mereka datang tidak hanya untuk sekadar berkumpul, tetapi mulai serius mempelajari teknik stroke, spin, hingga akurasi pukulan.
Perkembangan ini juga didukung oleh munculnya tempat biliar yang menerapkan aturan dilarang merokok di area meja (no smoking area) serta pencahayaan yang terang.
Bima, seorang mahasiswa asal Sananwetan yang rutin bermain biliar dua kali seminggu, mengungkapkan bahwa olahraga ini memiliki daya tarik tersendiri dalam melatih konsentrasi dan emosi.
Baca Juga: Jaga Kebugaran Saat Berpuasa, Ini Waktu dan Ritme Olahraga Terbaik bagi Warga Blitar
“Biliar itu asyik karena melatih fokus dan kesabaran. Sekarang tempatnya juga sudah keren-keren, jauh dari kesan gelap atau kumuh. Jadi, buat anak muda di Blitar, biliar sekarang lebih ke arah olahraga prestasi dan ajang asah otak sambil nongkrong sehat,” ujar Bima saat ditemui di salah satu arena biliar.
Tren positif ini disambut baik oleh pengamat olahraga lokal. Meningkatnya minat muda-mudi terhadap biliar diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi lahirnya bibit-bibit atlet profesional dari Bumi Bung Karno.
Beberapa pengelola arena biliar bahkan mulai rutin mengadakan turnamen skala kecil (internal tournament) untuk mewadahi kompetisi yang sehat di antara para pelanggan setianya.
Dengan fasilitas yang semakin mumpuni dan atmosfer yang lebih positif, biliar diprediksi akan terus menguat sebagai pilihan olahraga rekreasi utama di Blitar.
Transformasi ini membuktikan bahwa biliar kini telah diterima luas sebagai bagian dari aktivitas produktif yang mampu menyatukan elemen sosial dan ketangkasan fisik. (Fis/Serayu)
























