Penjual seblak gerobakan di Jalan Semeru, Kota Blitar. (Foto: Reyda Hafis/serayunusantara.com)
Blitar, serayunusantara.com – Makanan gerobakan di Kota Blitar masih menjadi pilihan warga karena harganya lebih terjangkau dan cita rasanya dinilai tetap otentik. Kondisi ini terlihat pada Rabu, 18 Februari 2026, di sejumlah titik keramaian kota.
Salah satunya di Jalan Semeru, Kota Blitar, deretan pedagang kaki lima (PKL) tampak melayani pembeli sejak sore hingga malam. Menu yang ditawarkan beragam, mulai dari seblak, cilok, hingga aneka gorengan.
Pak Firman, PKL penjual seblak di Jalan Semeru, mengatakan makanan gerobakan tetap diminati karena harga yang ramah di kantong. “Rata-rata pembeli mencari yang murah tapi rasanya tetap enak. Kami tetap pakai bumbu racikan sendiri supaya rasanya khas,” ujarnya.
Menurutnya, harga satu porsi seblak yang dijual berkisar antara Rp8.000 hingga Rp12.000. Harga tersebut dinilai masih terjangkau bagi pelajar dan pekerja.
Baca Juga: Hujan Datang Mendadak, Pedagang Kaki Lima di Kota Blitar Kewalahan
Keberadaan makanan gerobakan dinilai membantu masyarakat memenuhi kebutuhan makan cepat tanpa harus merogoh kocek dalam. Selain itu, proses memasak yang dilakukan langsung di tempat juga membuat pembeli merasa yakin akan kesegaran makanan.
Dengan harga yang bersaing dan rasa yang tetap dipertahankan, makanan gerobakan di Kota Blitar masih menjadi pilihan warga di tengah berbagai pilihan kuliner modern yang bermunculan.(Fis/Ke)






















