Nganjuk, serayunusantara.com – Pemerintah Kabupaten Nganjuk bersama Masjid Besar Nurul Huda menggelar Festival Al Banjari sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-1089 Kabupaten Nganjuk yang dikemas dalam Ramadhan Fest 2026. Kegiatan tahunan tersebut berlangsung selama dua hari, 4–5 Maret 2026, di Masjid Besar Nurul Huda, Kelurahan Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom.
Sekitar 60 grup Al Banjari dari berbagai daerah di Jawa Timur turut ambil bagian dalam festival ini. Peserta datang dari Madura, Banyuwangi, Jember, Pasuruan, Kediri, Jombang, Surabaya hingga Madiun. Antusiasme yang tinggi dari peserta maupun masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan ini telah menjadi agenda religius dan budaya yang dinanti setiap bulan Ramadan.
Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Festival Al Banjari tidak hanya sekadar ajang perlombaan seni, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter religius masyarakat.
Ia menuturkan bahwa setiap tahun pemerintah daerah terus melakukan evaluasi dan peningkatan program agar kegiatan keagamaan seperti festival tersebut semakin berkualitas dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Marhaen juga mengapresiasi kehadiran peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur yang turut memeriahkan festival di Nganjuk. Menurutnya, partisipasi tersebut menunjukkan bahwa syiar Islam melalui seni shalawat masih terus hidup dan berkembang.
Selain itu, ia menyampaikan bahwa selama bulan Ramadan Pemerintah Kabupaten Nganjuk juga melaksanakan Safari Ramadan di 20 kecamatan. Program tersebut menjadi bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat sekaligus upaya memperkuat nilai-nilai religius di daerah.
Baca Juga: Usai Viral Aksi Tanam Pisang, Bupati Nganjuk Cek Langsung Jalan Rusak di Desa Betet
Ia berharap Festival Al Banjari dapat menjadi ajang kompetisi yang sehat sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah. Melalui kegiatan ini, diharapkan budaya Islami melalui lantunan shalawat terus berkembang dan membawa keberkahan bagi Kabupaten Nganjuk.
Sementara itu, sambutan dari pihak pengelola Masjid Besar Nurul Huda sekaligus Ketua Panitia Ramadhan Fest 1447 H disampaikan oleh Muhammad Syamsudin Al’ali. Ia menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya festival di masjid tersebut serta mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Nganjuk atas dukungan yang diberikan.
Ia menjelaskan bahwa selama bulan Ramadan, Masjid Besar Nurul Huda menyelenggarakan berbagai kegiatan keagamaan, di antaranya Festival Anak Sholeh tingkat MI/SD, kajian rutin, buka puasa bersama setiap hari dengan ratusan porsi makanan, serta kajian setelah salat tarawih dan subuh.
Ia berharap kegiatan keagamaan di Masjid Besar Nurul Huda dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya warga Tanjunganom dan Kabupaten Nganjuk.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan Surat Penetapan Pengelola Masjid Besar Nurul Huda periode 2026–2030 kepada Muhammad Syamsuddin Al-Ali oleh Bupati Nganjuk. Dengan kepengurusan baru ini, diharapkan pengelolaan masjid milik Pemerintah Daerah tersebut semakin baik dan mampu menghadirkan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Festival Al Banjari ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi seni hadrah, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi serta memperkuat syiar budaya Islami di tengah masyarakat.
Baca Juga: “Tak Pulang Sebelum Rampung,” Kang Marhaen Pimpin Langsung Pembersihan Dam Tanjung hingga Malam Hari
Acara tersebut turut dihadiri Dewan Penasehat Masjid Nurul Huda, unsur Forum Pimpinan Kecamatan Tanjunganom, Kapolsek Warujayeng, Danramil Tanjunganom, Kepala KUA Tanjunganom, Kepala Puskesmas Tanjunganom, lurah Warujayeng dan Tanjunganom, pengurus MWC NU Kecamatan Tanjunganom, serta sejumlah tamu undangan lainnya.























