Nganjuk, serayunusantara.com – Pemerintah Kabupaten Nganjuk terus memperkuat komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Pada Kamis (5/3/2026), Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi memimpin langsung kegiatan Gerakan Tanam Bersama Benih Kedelai Bantuan Pemerintah yang dilaksanakan di Desa Ngudikan, Kecamatan Wilangan.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Ida Shobihatin, dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan gerakan tanam bersama ini dilatarbelakangi beberapa tujuan penting. Di antaranya untuk berkontribusi terhadap peningkatan produksi kedelai nasional, memperluas Luas Tambah Tanam (LTT) komoditas kedelai di Kabupaten Nganjuk, mengoptimalkan pemanfaatan lahan melalui pola tanam yang lebih produktif, serta meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan petani setempat.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda tanam rutin, tetapi juga merupakan bagian dari program strategis revitalisasi sektor pertanian yang sejalan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Nganjuk periode 2025–2030. Program ini sekaligus menjadi wujud dukungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk terhadap program nasional swasembada pangan.
Dalam sambutannya, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menyampaikan apresiasi atas dukungan TNI Angkatan Laut dalam pelaksanaan program tersebut. Melalui instruksi Presiden Republik Indonesia kepada Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Kabupaten Nganjuk ditetapkan sebagai salah satu pilot project nasional untuk program penanaman kedelai.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan Ali dan jajaran TNI AL. Kehadiran TNI dalam memberikan pendampingan dan pembinaan kepada kelompok tani menjadi motivasi baru bagi para petani di Nganjuk,” ujar Kang Marhaen.
Baca Juga: Festival Al Banjari se-Jatim 2026 Meriahkan HUT ke-1089 Nganjuk
Pada kesempatan tersebut, Bupati Marhaen juga menyoroti kualitas benih kedelai lokal yang ditanam di Desa Ngudikan. Menurutnya, kedelai asal Nganjuk memiliki mutu yang mampu bersaing dengan produk impor. Namun demikian, ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas produksi juga harus diimbangi dengan jaminan kesejahteraan bagi petani.
Ia menekankan pentingnya stabilitas harga sebagai faktor utama dalam mendukung kemajuan sektor pertanian. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus mendorong kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) serta melakukan intervensi harga untuk melindungi petani dari praktik permainan harga oleh tengkulak.
“Jika harga stabil dan menguntungkan, petani akan tetap bersemangat untuk menanam,” tegasnya di hadapan para petani yang hadir.
Sementara itu, Komandan Kodaeral V Jawa Timur, Ali Triswanto, menyampaikan bahwa keterlibatan TNI AL merupakan bentuk sinergi lintas lembaga bersama kementerian terkait serta Kantor Staf Presiden (KSP).
Ia menegaskan bahwa TNI AL akan terus melakukan pendampingan sejak masa tanam hingga panen guna memastikan peningkatan kualitas maupun kuantitas produksi pertanian. Upaya ini diharapkan mampu mendorong tercapainya kemandirian pangan nasional dan secara bertahap mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor kedelai.






















