Blitar, serayunusantara.com – Keluarga korban kecelakaan lalu lintas yang berujung meninggal dunia di Jalan Ir. Soekarno, Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, pada Sabtu (4/4/2026), mengeluhkan soal penanganan kasus oleh pihak Polres Blitar Kota.
Suami korban, Cristian Eko Hartono, menilai proses penanganan perkara berjalan lamban dan belum menunjukkan perkembangan yang signifikan sejak kejadian tersebut. Ia juga menegaskan agar kasus ini segera diproses secara hukum.
“Kecelakaan yang menyebabkan istri saya meninggal dunia ini harus segera diproses secara hukum. Pasalnya, pihak terkait tidak menunjukkan itikad baik dan hanya memberikan janji-janji,” ujarnya kepada awak media di kediamannya Perum Tanjungsari, Kota Blitar, Jumat (8/4/2026).
Peristiwa kecelakaan tersebut melibatkan mobil Daihatsu Taft bernomor polisi N 1776 YR yang dikemudikan Suranto (59) warga kelurahan Tlumpu, Kota Blitar, serta sepeda motor Honda Stylo bernomor polisi AG 3108 KDA yang dikendarai Nurjanah (50) bersama putranya, Immanuel Chrisan Hartono (13).
Kronologi kejadian bermula saat sepeda motor melaju dari arah selatan menuju utara. Namun secara tiba-tiba, pengemudi mobil membuka pintu tanpa memperhatikan kondisi arus lalu lintas di belakangnya, sehingga benturan pun tidak dapat dihindari.
Akibat kejadian tersebut, Nurjanah mengalami luka berat di bagian kepala hingga tidak sadarkan diri, dan akhirnya meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara itu, Immanuel mengalami luka pada bagian tangan dan kaki.
Baca Juga: 13 Kecelakaan Terjadi di Kediri, Penggunaan Ponsel Saat Berkendara Jadi Pemicu Utama
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Blitar Kota, AKP Agus Prayitno, S.H., saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon menyampaikan bahwa proses penanganan masih berada pada tahap pemeriksaan sejumlah saksi di tempat kejadian perkara (TKP), termasuk pihak keluarga korban, Perkara tetap lanjut sesuai SOP. (Tos)
“Untuk saat ini masih dilakukan pemeriksaan saksi-saksi di TKP, termasuk suami korban dan penumpang yang dibonceng. Kemungkinan pemeriksaan lanjutan akan dijadwalkan, menyesuaikan kondisi mereka,” jelasnya. (Tos)
























