Gresik, serayunusantara.com – Pemerintah Kabupaten Gresik bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) membesuk korban insiden pembacokan yang terjadi di Kecamatan Panceng dua hari lalu. Kunjungan dilakukan di RSUD Ibnu Sina Gresik, Minggu (1/3), guna memastikan kondisi korban sekaligus menjaga situasi tetap kondusif selama Ramadan.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani hadir bersama Ramadhan Nasution, Kapolsek Panceng, Kepala Dinas PMD, Kepala Dinas Kesehatan, Camat Panceng, Kepala Desa Campurejo, Kepala Desa Banyutengah, serta jajaran manajemen dan tim medis RSUD Ibnu Sina Gresik.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Yani menyapa korban dan memantau langsung perkembangan kesehatannya. Ia juga berdialog dengan keluarga korban, tokoh masyarakat, dan perangkat desa guna memastikan situasi sosial tetap terkendali serta menyampaikan pesan damai kepada warga.
“Kami mendapat informasi dari Pak Kapolres, bahkan tadi malam beliau masih berada di lapangan hingga waktu sahur. Hari ini kami bersama-sama menjenguk korban,” ujar Bupati Yani.
Ia menegaskan, kehadiran pemerintah daerah dan aparat keamanan merupakan bentuk komitmen untuk memastikan kondisi korban membaik serta menjaga stabilitas wilayah.
“Alhamdulillah, berdasarkan laporan dokter, kondisinya terus menunjukkan perbaikan. Kemarin korban belum bisa makan dan masih menggunakan infus, namun hari ini sudah dapat makan normal,” jelasnya.
Baca Juga: Kampung Bandeng Gresik Ditinjau, Dorong Penguatan Ketahanan Pangan dan Hilirisasi Perikanan
Bupati Yani menambahkan, apabila dalam satu hingga dua hari ke depan kondisi terus membaik, perawatan kemungkinan dapat dilanjutkan secara rawat jalan. Ia juga menyampaikan bahwa upaya perdamaian telah ditempuh.
“Tadi malam sudah dilaksanakan perdamaian di balai desa yang dipimpin Pak Kapolres,” ungkapnya.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga ketenangan dan tidak mudah terprovokasi, terlebih di bulan suci Ramadan.
“Kami mengimbau seluruh warga untuk menahan diri. Silakan melakukan kegiatan positif selama tidak mengganggu satu sama lain. Yang terpenting adalah menjaga suasana aman agar masyarakat dapat beribadah dengan nyaman,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menekankan pentingnya menghentikan konflik agar tidak semakin meluas dan merugikan banyak pihak.
“Jika diteruskan, kerugiannya besar. Korban bisa bertambah, begitu juga pelaku. Itu yang tidak kami harapkan,” ujarnya.
Baca Juga: Wabup Alif Salurkan Bantuan Perdana untuk ODHIV, Perkuat Target Eliminasi HIV 2030
Menurutnya, komunikasi intensif telah dilakukan dengan warga sehingga situasi dapat diredam. Ia juga mengimbau agar persoalan lanjutan diselesaikan melalui musyawarah guna mencegah eskalasi konflik.
Dari sisi medis, dr. Agung Kusumanegara dari RSUD Ibnu Sina Gresik menjelaskan bahwa korban tiba di rumah sakit saat subuh dan segera menjalani penanganan darurat.
“Terdapat luka terbuka di bagian perut. Kami langsung melakukan pembersihan serta perbaikan berlapis mulai dari otot, fasia, hingga kulit,” terangnya.
Sehari pascaoperasi, kondisi pasien berangsur membaik. Korban sudah dapat duduk dan menerima asupan makanan secara bertahap. Jika tidak terjadi komplikasi dalam satu hingga dua hari mendatang, pemulihan diperkirakan semakin optimal.























