Menginspirasi, Kolaborasi Mensos dan Arih Sosok Kartini Masa Kini

Mensos Risma berbincang dengan konten kreator Arih Lystia di Pelataran Hutan Kota Senayan pekan lalu pada acara Seribu Kartini “Beda Tapi Sama”. (Foto: Kemensos RI)
Jakarta, serayunusantara.com – Melansir dari laman Kemensos RI, Dengan semangat Hari Kartini Menteri Sosial Tri Rismaharini menghadiri pameran Kartini Nyeni yang diselenggarakan oleh Senyawa+ di bilangan Jakarta Pusat, Minggu (21/4).
 
Tidak hanya hadir untuk melihat karya-karya perempuan Indonesia, Mensos Risma juga berbincang dengan pendiri Senyawa+, CEO Youtube Indonesia, seniman-seniman perempuan serta konten kreator Arih Lystia.
 
Arih Lystia (30) merupakan konten kreator kecantikan yang berasal dari Lampung. Arih menjadi viral setelah unggahan konten-kontennya yang menciptakan make up karakter yang unik dengan menggunakan lutut.
 
Pertemuan Arih dengan Risma di Pelataran Hutan Kota Senayan pekan  lalu pada acara Seribu Kartini “Beda Tapi Sama” yang diselenggarakan oleh Youtube Indonesia berujung dengan tawaran terapi untuk dapat memulihkan kondisinya saat ini.
 
“Tuhan dan Semesta yang mentakdirkan pertemuan saya dengan Ibu Risma. Siapa yang menyangka hanya dari pertemuan singkat dan obrolan ringan, saya bisa mendapatkan bantuan dari Kementerian Sosial,” ujar Arih saat ditanya mengenai pertemuannya dengan Mensos Risma.
 
Pada kesempatan yang sama, Plt. Kepala Sentra Terpadu  Inten Soeweno  (STIS) M. O Royani menyampaikan bahwa dirinya mendapatkan perintah langsung dari Mensos Risma untuk dapat menemui Arih dan melakukan asesmen awal untuk mengetahui kondisi serta penanganan dan bantuan yang tepat yang dapat diberikan.
 
“Saya dan tim langsung menemui Arih pada Jumat, 19 April 2024 untuk melihat kondisinya. Selain itu ada juga tim dari Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Solo yang datang untuk memfasilitasi tangan bionik,” ujarnya.
 
Royani juga menyampaikan telah menyiapkan akomodasi di STIS untuk tempat tinggal sementara bagi Arih dan ibunya selama masa terapi. “Kemarin sudah berkomunikasi dengan Arih dan ibunya, mereka sudah bersedia untuk tinggal di Sentra selama masa terapi agar bisa lebih fokus,” katanya.
 
Selain memberikan bantuan, Mensos Risma juga meminta kolaborasi konten dengan Arih agar dapat memotivasi teman-teman disabilitas lainnya. “Saya berharap Mba Arih bisa menjadi inspirasi bagi teman-teman disabilitas lainnya karena Tuhan pasti menciptakan kita ada tujuannya, jadi kita harus bisa lebih baik lagi setiap harinya,” ujarnya.
 
Arih pun menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Mensos Risma atas kesempatan dan bantuan yang telah diberikan. “Terima kasih Ibu, karena saya tidak dapat kesempatan ini di daerah saya dan saya harus menunggu 10 tahun untuk bisa ketemu Ibu dan mendapatkan bantuan tangan bionik,” ujar Arih.
 
Selain itu Arih juga mengapresiasi kinerja pegawai Kemensos yang cepat dan tanggap dalam memberikan layanan, “Terima kasih banyak kepada staf Ibu di Kemensos yang telah memberikan pelayanan yang super cepat banget dan sangat tanggap,” tutupnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *