Pemkab Blitar Bahas Distribusi Telur Broiler Bersama Pengusaha, Dorong Dukungan Pemerintah Pusat

Blitar, serayunusantara.com – Pemerintah Kabupaten Blitar menggelar audiensi dengan pelaku usaha lokal untuk membahas strategi distribusi telur ayam broiler di tengah dinamika pasar saat ini. Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Bupati Blitar, Kanigoro, Jumat (17/4/2026).

Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar, Khusna Lindarti, menyampaikan bahwa diskusi ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, peternak ayam petelur, pengepul, hingga pelaku usaha distribusi telur. Kolaborasi ini dilakukan untuk merumuskan langkah konkret dalam menjaga stabilitas sektor peternakan.

“Ada enam poin yang sudah disampaikan oleh pengusaha telur ayam broiler dan Pemkab Blitar diminta untuk memfasilitasi keluhan ini kepada Pemerintah Pusat. Intinya, demi menjaga kesejahteraan pengusaha lokal agar tetap eksis dan roda perekonomian bergerak sempurna,” ujarnya.

Baca Juga: Efisiensi Anggaran, Pemkot Blitar Tunda Rekrutmen CPNS dan PPPK Tahun 2026

Dalam audiensi tersebut, sejumlah isu strategis mengemuka. Di antaranya terkait kebijakan penambahan frekuensi menu telur dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta harapan agar pasokan telur program tersebut melibatkan peternak skala UMKM.

Selain itu, pelaku usaha juga menyoroti pentingnya percepatan distribusi jagung bersubsidi melalui skema SPHP, sebagai salah satu faktor penunjang produksi. Mereka juga mengusulkan agar pengiriman telur tidak dibatasi selama periode arus lalu lintas menjelang maupun setelah Lebaran.

“Kemudian, ada kebijakan yang mengatur pengiriman telur tidak masuk pembatasan lalu lintas menjelang maupun sesudah perayaan lebaran, ada langkah kongkret ketika harga dibawah HAP (Harga Acuan Penjualan) produsen seperti saat harga diatas HAP penjualan,” tambahnya.

Para pengusaha juga berharap pemerintah daerah segera menyampaikan hasil audiensi ini kepada pemerintah pusat sebagai bahan pertimbangan kebijakan yang lebih berpihak pada sektor peternakan, khususnya komoditas telur ayam broiler.

Baca Juga: Antisipasi Kemarau 2026, Pemkot Blitar Optimalkan Fungsi Embung untuk Pertanian Antisipasi Kemarau 2026, Pemkot Blitar Optimalkan Fungsi Embung untuk Pertanian

Sebagai informasi, Kabupaten Blitar merupakan salah satu sentra produksi telur terbesar di Indonesia. Berdasarkan data 2024–2025, populasi ayam ras petelur di wilayah ini mencapai sekitar 16,6 juta ekor dengan produksi hingga 141 ribu ton per tahun, atau menyumbang sekitar 30 persen kebutuhan telur nasional.

Dengan posisi strategis tersebut, Pemkab Blitar berupaya menjaga keberlanjutan sektor peternakan melalui sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha, sekaligus memastikan distribusi telur tetap stabil di pasar nasional. (San)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *