Sudahlah Dianiaya Ayah dan Adik Tiri, Kini AA Harus Tanggung Biaya Medis Rp11 Juta dan Trauma Psikis Mendalam

Gresik, serayunusantara.com — Luka yang dialami AA, korban pengeroyokan brutal oleh ayah kandung dan adik tirinya di Manyar, Gresik, ternyata tidak hanya sebatas fisik.

Selain harus berjuang pulih dari cedera mata yang parah, AA kini juga terbebani biaya rumah sakit yang sangat besar serta trauma psikologis yang menghantuinya setiap hari

Insiden yang dipicu oleh penyambutan sadis bersenjata tajam tersebut telah meninggalkan luka berlapis bagi AA, Sabtu (07/02/2026).

Setelah menjalani operasi darurat di RS Ibnu Sina Gresik akibat jaringan saluran air mata yang robek, AA dihadapkan pada kenyataan pahit mengenai biaya pengobatan.

Hingga saat ini, biaya operasi mata saja telah menyentuh angka Rp11 juta, belum termasuk biaya kontrol rutin dan pemulihan jangka panjang.

Beban finansial ini terasa sangat berat mengingat ia menjadi korban kekerasan brutal di dalam lingkaran keluarga intinya sendiri.

Baca Juga: Kesaksian Getir AA: Mengetuk Pintu Rumah Ayah Kandung, Justru Disambut Celurit dan Pengeroyokan Brutal

AA (Korban) mengungkapkan bahwa rasa sakit di matanya tak sebanding dengan hancurnya rasa aman yang ia miliki.

“Saya tidak hanya kehilangan fungsi mata secara normal, tapi juga harus memikirkan biaya rumah sakit yang mahal ini sendirian. Selain itu, saya tidak bisa tidur tenang karena ancaman pembunuhan yang diucapkan ayah saya,” tuturnya penuh kecemasan.

Ia juga menyampaikan bahwa, ayah kandungnya mengancam akan menghabisi dirinya jika masuk penjara. AA merasa tidak ada tempat yang aman lagi untuknya.

Trauma yang dialami AA dipicu oleh aksi sadis di mana kepala dan wajahnya diinjak-injak secara bergantian oleh para pelaku. Kondisi psikisnya semakin tertekan karena aksi tersebut dilakukan oleh orang tua kandungnya sendiri.

AA kini berharap ada perhatian lebih, tidak hanya dari sisi penegakan hukum terhadap pelaku, tetapi juga dukungan perlindungan keamanan dan bantuan untuk meringankan beban medis yang harus ia tanggung akibat peristiwa kelam tersebut.

Saat ini, meski kedua pelaku telah diamankan Polres Gresik, AA masih memerlukan pendampingan psikologis untuk memulihkan trauma beratnya.

Kasus ini menjadi potret nyata betapa kekerasan dalam keluarga meninggalkan dampak finansial dan mental yang sangat panjang bagi korbannya. (Fis/Serayu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *