Blitar, serayunusantara.com — Minat masyarakat terhadap tanaman hidroponik di Kota Blitar terus meningkat. Sistem tanam tanpa tanah ini dinilai lebih menyehatkan karena proses budidayanya terkontrol dan minim penggunaan pestisida.
Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah warga di berbagai sudut Kota Blitar mulai membudidayakan sayuran hidroponik di pekarangan rumah, teras, hingga atap bangunan. Tanaman yang banyak ditanam antara lain selada, sawi, pakcoy, dan kangkung.
Ibu Indah, salah satu pembudidaya tanaman hidroponik di Kota Blitar, mengatakan tren ini muncul karena kesadaran masyarakat terhadap pola makan sehat semakin tinggi.
“Banyak warga sekarang ingin memastikan sendiri sayuran yang dikonsumsi. Dengan hidroponik, perawatan lebih bersih dan nutrisinya bisa diatur,” ujar Ibu Indah.
Baca Juga: Sepatu Murah dan Nyaman, Kios Pasar Legi Blitar Jadi Incaran Pembeli
Menurutnya, metode hidroponik juga relatif praktis. Tanaman dapat tumbuh lebih cepat karena asupan nutrisi langsung diberikan melalui air. Selain itu, lahan sempit bukan lagi kendala. “Di halaman kecil pun bisa panen. Ini yang membuat banyak orang tertarik mencoba,” tambahnya.
Tanaman hidroponik dianggap lebih higienis karena tidak bersentuhan langsung dengan tanah yang berpotensi mengandung hama atau zat kimia tertentu. Proses pemantauan juga lebih mudah sehingga kualitas tanaman bisa dijaga.
Meningkatnya minat ini tidak hanya untuk konsumsi pribadi, tetapi juga mulai dikembangkan sebagai peluang usaha skala rumahan. Sejumlah warga bahkan memasarkan hasil panen ke tetangga dan komunitas sekitar.
Dengan berbagai keunggulan tersebut, budidaya hidroponik diperkirakan akan terus berkembang di Kota Blitar seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan pangan sehat dan aman.(Fis/Ha)






















