Tiga Produk Unggulan Lumajang Kantongi Sertifikat IG, Peluang Pasar Kian Terbuka

Lumajang, serayunusantara.com – Tiga komoditas khas Kabupaten Lumajang resmi mendapatkan Sertifikat Indikasi Geografis (IG), membuka peluang lebih luas untuk menembus pasar nasional hingga internasional. Pengakuan ini sekaligus memperkuat posisi produk lokal dalam sistem perlindungan kekayaan intelektual berbasis wilayah.

Produk yang memperoleh sertifikasi tersebut meliputi Pisang Mas Kirana, Susu Kambing Senduro, dan Ubi Madu Pasrujambe. Ketiganya dinilai memiliki karakteristik khas yang erat kaitannya dengan kondisi geografis dan budaya lokal di kawasan lereng Gunung Semeru.

Baca Juga: Musrenbang RKPD 2027, Pemkab Blitar Arahkan Pembangunan pada Daya Saing Pertanian dan Pertumbuhan Ekonomi

Lingkungan alam di wilayah tersebut, seperti tanah vulkanik yang subur, iklim pegunungan yang stabil, serta praktik budidaya tradisional, menjadi faktor utama terbentuknya kualitas unggulan dari produk-produk tersebut. Kondisi ini menciptakan identitas tersendiri yang tidak dapat dipisahkan dari daerah asalnya.

Dalam konteks kebijakan nasional, Indikasi Geografis menjadi instrumen penting untuk mendorong pengembangan sektor pertanian dan peternakan berbasis potensi lokal. Selain meningkatkan nilai tambah, sertifikasi ini juga melindungi produk dari penyalahgunaan oleh pihak luar.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa pengakuan IG bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bentuk perlindungan terhadap identitas dan kualitas produk daerah.

Baca Juga: Saluran Pembuang Sumurgung Montong Selesai Dibangun, Pemkab Tuban Perkuat Pengendalian Banjir dan Irigasi Pertanian

“Indikasi Geografis ini bukan hanya pengakuan administratif, tetapi perlindungan atas identitas, mutu, dan reputasi produk unggulan Lumajang,” ujar Indah dalam keterangan pers, Kamis (16/4/2026).

Ia juga menekankan pentingnya memastikan manfaat ekonomi dari sertifikasi tersebut dapat dirasakan langsung oleh petani dan peternak sebagai pelaku utama.

“Yang terpenting adalah bagaimana nilai tambah itu kembali kepada petani dan peternak sebagai pelaku utama,” tegasnya.

Pisang Mas Kirana dikenal dengan rasa manis dan tekstur lembut yang konsisten, hasil dari kesuburan tanah vulkanik. Sementara itu, susu kambing dari wilayah Senduro memiliki kualitas khas berkat lingkungan dataran tinggi yang sejuk dan ketersediaan pakan alami.

Baca Juga: Sektor Pertanian Jadi Ujung Tombak, Pemkab Blitar Mulai Susun Rencana Pembangunan 2027

Adapun Ubi Madu Pasrujambe menawarkan cita rasa manis alami yang dihasilkan dari kombinasi kondisi tanah dan metode budidaya tradisional.

Secara lebih luas, Indikasi Geografis juga berfungsi sebagai perlindungan hukum terhadap reputasi produk berbasis wilayah, sehingga penggunaannya tidak dapat dilakukan sembarangan di luar daerah asal.

Keberhasilan ini menjadi langkah penting dalam mendorong transformasi ekonomi daerah menuju model berbasis identitas dan keunggulan lokal, sekaligus memperkuat daya saing produk Lumajang di pasar yang lebih luas. (San)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *