Bondowoso, serayunusantara.com – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, turun langsung meninjau lokasi ambruknya Jembatan Sentong di Kabupaten Bondowoso, Rabu (25/02/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan penanganan darurat serta percepatan pembangunan infrastruktur berjalan sesuai rencana.
Dalam agenda tersebut, Wagub didampingi Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid, Wakil Bupati As’ad Yahya Safi’i, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Bondowoso, termasuk Camat Bondowoso dan Camat Curahdami.
Emil menjelaskan, Jembatan Sentong merupakan jalur vital di pusat Kota Bondowoso dan menjadi bagian dari ruas jalan provinsi. Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas PU sebelumnya telah mengkaji perlunya pembangunan ulang total, mengingat usia jembatan yang diperkirakan telah melampaui 100 tahun.
Menurutnya, struktur lama sudah mengalami penurunan kekuatan akibat faktor usia. Sejak beberapa tahun terakhir, pemerintah telah menyiapkan desain baru dengan konstruksi girder dan balok beton modern yang lebih kokoh.
Dalam rencana tersebut, lebar jembatan akan diperluas dari 9 meter menjadi 14 meter untuk menyesuaikan dengan peningkatan arus kendaraan. Proyek yang semula dijadwalkan mulai April 2026 kini dipercepat menyusul ambruknya jembatan akibat kelelahan struktur.
Baca Juga: Ada Gerakan Tanam Sayur dan Buah di Pekarangan Bondowoso
Emil menyebut seluruh dokumen perencanaan dan anggaran senilai Rp17,5 miliar telah siap, sehingga pelaksanaan tidak perlu dimulai dari tahap awal. Ia menargetkan kontrak segera diteken agar pekerjaan dapat dimulai pada bulan Ramadan.
Pembangunan diperkirakan berlangsung selama delapan bulan. Selama proses tersebut, jembatan akan ditutup total bagi kendaraan maupun pejalan kaki demi menjaga keselamatan, mengingat bentangnya mencapai 50 meter dan membutuhkan pekerjaan teknis yang presisi.
Terkait kondisi jalur alternatif yang dikeluhkan warga, Pemprov Jatim telah berkoordinasi dengan Pemkab Bondowoso. Skema Bantuan Aspal dari provinsi akan digunakan, sementara perbaikan lubang dan tambal sulam dilakukan oleh pemerintah kabupaten.
Bupati Bondowoso memastikan perbaikan jalur pengganti segera dilaksanakan guna menekan potensi kemacetan dan kecelakaan selama masa konstruksi.
Menanggapi dampak ekonomi bagi pedagang dan warga sekitar, Wagub meminta masyarakat bersabar. Pemerintah saat ini tengah mengkaji bentuk dukungan yang dapat diberikan kepada pihak terdampak.
Ia menegaskan, penutupan total merupakan langkah yang tak terhindarkan demi kelancaran pembangunan. Meski ada konsekuensi selama delapan bulan ke depan, hasil akhir yang diharapkan adalah jembatan yang lebih lebar, lebih kuat, dan mampu menunjang aktivitas ekonomi Bondowoso dalam jangka panjang.


















