Pasuruan, serayunusantara.com – Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Kabupaten Pasuruan sejak Senin (2/3/2026) sore hingga malam menyebabkan bencana longsor di sejumlah lokasi.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pasuruan, tercatat ada 18 titik longsor. Rinciannya, 15 titik berada di Kecamatan Tosari, dua titik di Kecamatan Tutur, dan satu titik di Kecamatan Gondangwetan.
Longsor terparah terjadi di Jalan Ngadiwono–Mororejo, Desa Ngadiwono, Kecamatan Tosari. Peristiwa ini mengakibatkan satu warga bernama Santoso mengalami luka berat, sementara dua lainnya, Mulyadi dan Roni, mengalami luka ringan. Di lokasi berbeda, tepatnya di Dusun Ledoksari, Desa Tosari, seorang warga bernama Fitri Komaria juga dilaporkan mengalami luka berat.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menjelaskan bahwa korban luka berat telah dirujuk ke RSUD Bangil untuk mendapatkan perawatan intensif. Sementara korban luka ringan ditangani di puskesmas terdekat.
Baca Juga: Diterjang Hujan Deras dan Angin Kencang, Belasan Rumah di Pasuruan Alami Kerusakan
“Korban luka berat mengalami cedera di bagian punggung dan sudah mendapatkan penanganan di RSUD Bangil. Untuk yang luka ringan langsung dibawa ke puskesmas,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).
Di Kecamatan Tutur, dua titik longsor terjadi di Jalan Ngadirejo–Tutur, Desa Ngadirejo, tanpa menimbulkan korban jiwa. Sedangkan di Kecamatan Gondangwetan, tembok penahan tanah (TPT) di Dusun Krajan, Desa Sekar Putih, dilaporkan ambrol.
Akibat kejadian ini, sejumlah akses jalan sempat tertutup material longsor, meski sebagian sudah dapat dilalui kembali. Material tanah dan bebatuan juga menimpa sebuah truk hingga terperosok ke jurang sedalam kurang lebih 20 meter. Selain itu, dua kendaraan lain—sebuah mobil pikap dan satu unit Gran Max—ikut terdampak dan dijadwalkan untuk dievakuasi.
Proses evakuasi kendaraan yang jatuh ke jurang direncanakan dilakukan pada Selasa pagi. Longsor juga menyebabkan jalur penghubung Tosari–Nongkojajar dan sebaliknya sempat terputus akibat tertimbun material.






















