Trenggalek, serayunusantara.com – Komisi IV DPRD Kabupaten Trenggalek memberikan perhatian serius terhadap nasib 546 guru relawan di wilayahnya.
Legislatif mendesak Dinas Pendidikan (Disdik) setempat untuk segera menindaklanjuti progres koordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terkait status para pengajar tersebut.
Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek, Sukarodin, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen bersama antara pihak legislatif dan eksekutif untuk memperjuangkan masa depan guru relawan, baik yang berstatus Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan maupun non-PPG Prajabatan.
“Jadi sudah ada kesepakatan antara Komisi IV dan Pemkab Trenggalek untuk memperjuangkan nasib guru relawan PPG Prajab dan guru relawan non-PPG Prajab,” ujar Sukarodin pada Kamis (5/3/2026).
Berdasarkan hasil rapat koordinasi sebelumnya, jajaran Pemerintah Kabupaten Trenggalek yang terdiri dari Kepala Dinas Pendidikan, Sekretaris Daerah, serta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) telah dijadwalkan untuk berkunjung langsung ke kementerian pusat.
Fokus utama dari kunjungan tersebut adalah memperjuangkan agar para guru relawan ini dapat terakomodasi dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
“Ini sebagai wujud kepedulian Komisi IV dan Pemkab atas permintaan para guru PPG Prajab dan guru non-PPG Prajab agar bisa masuk di Data Pokok Pendidikan (Dapodik),” tegas politisi senior PKB tersebut.
Baca Juga: Polisi Ungkap Kedok Pria Berkaos ‘Samapta’ di Trenggalek: Ternyata Residivis, Bukan Anggota Polri
Sukarodin meminta Disdik Trenggalek untuk bersikap lebih proaktif dan melakukan jemput bola ke Jakarta. Menurutnya, kepastian status para guru ini sangat krusial agar tidak terjadi ketidakpastian yang berlarut-larut. Ia berharap Disdik terus memantau sejauh mana perkembangan dari usulan yang telah dikirimkan.
“Paling tidak lebih proaktif atau jemput bola. Setidaknya mencari tahu terkait progresnya seperti apa. Kasihan dong mereka. Apapun hasilnya yang penting ada tindak lanjut,” tambahnya dengan nada empatik.
Sebagai informasi, data menunjukkan terdapat sebanyak 546 guru relawan di Kabupaten Trenggalek yang nasibnya kini tengah diperjuangkan. Jumlah tersebut mencakup 3 guru di TK Negeri, 431 guru di Sekolah Dasar Negeri (SDN), serta 112 guru di tingkat SMP Negeri. (Hamzah)
























