Menikmati Sensasi Berlayar dengan Kapal Phinisi di Perairan Kepulauan Riau

Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno saat berkesempatan menikmati pengalaman berlayar sambil menikmati sunset dengan latar belakang jembatan Barelang yang menjadi ikon kota Batam, (1/1/2023). (Foto: Kemenparekraf RI)

Batam, serayunusantara.com – Melansir dari laman Kemenparekraf RI, Kepulauan Riau (Kepri) terus berinovasi menghadirkan layanan baru bagi wisatawan. Kali ini provinsi yang menjadi gerbang wisata bahari Indonesia itu untuk pertama kalinya menghadirkan layanan berlayar dengan kapal phinisi sambil menikmati lanskap perairan di Kepri yang menakjubkan.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno berkesempatan menikmati pengalaman berlayar sambil menikmati sunset dengan latar belakang jembatan Barelang yang menjadi ikon kota Batam.

 

“Sunsetnya indah sekali, view nya keren, dan makanannya super enak dari Kopak 007 seafood. Saya merekomendasikan wisatawan untuk menjajal,” ujar Menparekraf Sandiaga Uno dari atas Kapal Phinisi Dragon Net yang dioperasikan Batam Island Getaway, Senin (1/1/2023).

Layanan berlayar dengan Kapal Phinisi memang bukan produk wisata baru di Tanah Air. Namun untuk di perairan Kepri, ini menjadi yang pertama dan menjadi salah satu daya tarik menarik.

Kapal phinisi tersebut menyediakan sejumlah fasilitas mulai dari tempat tidur, makanan, dan masih banyak lagi. Wisatawan bisa mencoba untuk menjajal paket 4 hari 3 malam atau 3 hari 2 malam.

Baca Juga: Menparekraf Ingin Ekowisata Pemancingan Poyotomo Tarik Wisman Singapura dan Malaysia

“Ini menghadirkan layanan pariwisata yang sesuai dengan kekuatan pariwisata di Indonesia yaitu wisata bahari. LoB (live on board) ini bukan produk wisata yang baru, namun di Batam ini yang pertama, saya melihat kesiapan khususnya di wisata minat khusus. Kita harapkan ini menjadi tambahan layanan bagi wisatawan mancanegara khususnya wisatawan dari Singapura dan Malaysia yang belum pernah merasakan LoB,” ujarnya.

 

Menparekraf juga mendorong para pelaku usaha untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait perizinan kapal dan juga aspek-aspek lainnya demi menghadirkan kenyaman dan keselamatan bagi wisatawan.

“Terkait perizinan, lantaran ini baru, kami akan koordinasikan dengan Dinas Pariwisata Kepri, Pak Guntur (Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau) termasuk dengan dinas perhubungan dan instansi terkait, terutama dari segi teknis,” kata Menparekraf Sandiaga.

Sementara itu, pihak pengelola kapal phinisi Dragon Net, Jefry, mengatakan keberadaan kapal phinisi miliknya menjadi momentum untuk wisatawan yang ingin merasakan naik phinisi seperti di Labuan Bajo.

“Kini bisa merasakannya langsung di Batam. Batam ini memiliki banyak sekali pulau-pulau yang asik untuk dikunjungi. Unggulannya di sini, kalau di Singapura biasanya berwisata di kota-kota dan hiburan lainnya, tapi di kapal phinisi ini mereka bisa santai bersama keluarga, bisa diving, snorkling, dan lainnya,” ujarnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *