Upaya DKPP Kabupaten Blitar Agar Potensi Tebu Bisa Dikembangkan Jadi Penopang Ekonomi Masyarakat

ilustrasi – lahan perkebunan tebu (Foto: Antara/Badan Litbang Pertanian)

Blitar, serayunusantara.com Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar terus mengupayakan agar komoditas perkebunan bisa terus berkembang. Salah satu komoditas yang punya potensi untuk dikembangkan adalah tebu.

Hal itu disampaikan Kabid Perkebunan DKPP Kabupaten Blitar, Lukas Supriatno saat ditanyai upaya yang dilakukan untuk mengembangkan tebu di Bumi Penataran, Selasa (6/6/2023).

“Jadi, anggaran yang dialokasikan untuk pengembangan tebu di Kabupaten Blitar ini cukup besar, sehingga kami juga bekerja sama dengan Dirjen Perkebunan,” kata Lukas.

Lukas menyebut, pihaknya sudah mulai melakukan program kebun bibit induk (KBI). Selain itu juga ada kebun bibit datar (KBD) yang sudah dijalankan DKPP Kabupaten Blitar.

“Sejauh ini juga ada upaya untuk melakukan perluasan lahan tebu. Pada tahun 2022 kemarin, luas lahan tebu akan bertambah jadi 200 hektare,” ujarnya.

Baca Juga: Antisipasi Sejak Dini, DKPP Kabupaten Blitar Siapkan CPPD Antisipasi Dampak Bencana Alam

Selanjutnya, DKPP Kabupaten Blitar juga melakukan program rawat ratun, yakni membenahi sistem pemeliharaan mulai dari kepras pada tanaman tebu yang dibudidayakan.

Lukas menambahkan, petani di Kabupaten Blitar juga bebas bermitra ataupun memilih mandiri dengan tidak menjalin kemitraan bersama pihak manapun.

“Tidak ada pembatasan dalam hal pemasaran. Pabrik-pabrik gula juga mulai menjalin komunikasi dengan para petani tebu di Kabupaten Blitar, sehingga memudahkan petani tebu,” tandasnya.

Menurutnya, bagi petani tebu yang sudah mengolah tebu secara mandiri. Mereka biasanya mengolah tebu untuk pembuatan gula merah.

Dari data yang dihimpun dari DKPP Kabupaten Blitar, luas lahan tebu yang masuk lahan perpajakan setiap tahunnya, sejak tahun 2020 sampai 2022 mengalami peningkatan.

Pada tahun 2020 luas lahan mencapai 7.295,20 hektare, sedangkan 2021 luasnya 8.607,70 hektare, dan tahun 2022 mencapai 8.617,70 hektare.

Baca Juga: Pabrik Gula Baru Bermunculan, Petani Tebu di Kabupaten Blitar Kini Banyak Pilihan Pasarkan Hasil Panen

Lukas menyebut, dengan bertambahnya luas lahan tebu, otomatis membutuhkan pabrik gula yang menampung hasil panen dari petani tebu di Kabupaten Blitar.

“Entah kebetulan atau bagaimana, kehadiran Pabrik Gula Rejoso Manis Indo (RMI)di Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar cukup mengangkat keadaan petani tebu kita,” kata Lukas.

Selain itu, petani juga memasarkan hasil panennya ke beberapa pabrik gula di luar Blitar. Ada yang ke Lamongan, Malang maupun daerah-daerah lain.

“Karena dengan penambahan pabrik gula, petani juga semakin banyak pilihan. Sebenarnya tidak hanya RMI, tapi juga pabrik gula di daerah lain. Tinggal bagaimana petani memilihnya,” jelasnya. (adv/jun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *